Posted By on January 10, 2012
Pangan secara u
niversal merupakan kebutuhan dasar dan pemenuhannya merupakan hak azasi manusia. Kebijakan pangan yang baik harus dapat memenuhi empat tujuan, yaitu efisiensi, pemerataan, status gizi dan ketahanan pangan. Dalam UU No 7 tahun 1996 tentang Pangan disebutkan bahwa untuk mewujudkan ketahanan pangan, Pemerintah perlu memelihara cadangan pangan, mengatur pengadaan dan penyaluran, serta mengendalikan harga.
Berbicara masalah pangan tidak dapat lepas dari beras. Hal ini karena beras merupakan pangan pokok hampir seluruh masyarakat. Oleh karena itu bagi Indonesia pangan identik dengan beras. Untuk mewujudkan ketahanan pangan khususnya beras sangat diperlukan campur tangan Pemerintah, mengingat disatu pihak Indonesia merupakan negara yang berpenduduk besar namun lain dipihak volume beras yang diperdagangkan secara internasional sangatlah tipis. Ini berarti posisi Indonesia berpengaruh besar pada pembentukan tingkat harga beras di pasar dunia. (more…)
Category: Uncategorized |
183 Comments »
Tags:
Posted By on January 7, 2012
Oleh : Djanuwardi
Bagi
Category: Uncategorized |
49 Comments »
Tags:
Posted By on September 11, 2011
Ketahanan
pangan pada dasarnya merupakan kondisi terjaminnya kecukupan pangan masyarakat baik dari segi fisik maupun dari segi ekonomi. Dari segi fisik, dengan kondisi geografi Indonesia yang berupa kepulauan, maka aspek penyediaan dan pemerataan pangan khususnya cadangan pangan/beras pemerintah ke seluruh Indonesia ini juga menjadi masalah penting.
Dalam rangka penyediaan stok pangan /beras yang merata tersebut pemerintah perlu memiliki jaringan pergudangan nasional yang dapat menyimpan stok beras pemerintah dan dikelola secara terpusat sehingga memudahkan pengaturan apabila akan dilakukan pendistribusian beras dari daerah surplus ke daerah defisit. Jaringan gudang tersebut juga bermanfaat untuk penyimpanan antar waktu yang menampung stok beras pemerintah yang dibeli dari petani pada masa panen dan disalurkan pada masa tidak panen. Dengan demikian dapat dijamin akses fisik masyarakat terhadap pangan yang tersedia merata dan sepanjang waktu. (more…)
Category: Kebijakan pangan |
61 Comments »
Tags:
Posted By on September 11, 2011
Sejalan dengan perubahan dalam lingkungan strategis perberasan nasional yang disertai dengan perubahan kondisi lingkungan global dan situasi perkekonomian nasional yang berkembang saat ini, maka kebijakan ekonomi perberasan akan mengarah pada terciptanya ketahanan pangan dan timbulnya insentif yang berkelanjutan dalam usaha tani padi.
Konsep ketahanan pangan pada dasarnya merujuk pada ketersediaan pangan (availabilitas), keterjangkauan baik fisik maupun ekonomi (aksesibilitas ) dan kontinuitasnya. Pada aspek ketersediaan pangan, maka prioritas utama adalah menjamin ketersediaan pangan yang bersumber dari produksi dalam negeri, sedangkan impor hanya bersifat pelengkap apabila produksi dalam negeri tidak mencukupi. (more…)
Category: Kebijakan pangan |
52 Comments »
Tags:
Posted By on August 20, 2011
oleh: Djanuwardi
Istilah dedak dan katul bagi pelaku bisnis di bidang beras sudah bukan hal yang baru. Dedak dan katul merupakan hasil sampingan dalam proses penggilingan padi. Dalam proses penggilingan padi, selain dihasilkan beras putih yang utuh, maka hasil sampingan lainnya adalah dedak, katul, menir dan butiran beras patah. Dedak merupakan lapisan luar butiran beras yang biasanya tercampur sedikit endosperm. Sedangkan katul merupakan lapisan dalam (dibawah lapisan dedak) dalam butiran beras.
Dedak biasanya dihasilkan pada proses penyosohan pertama, sedangkan katul dihasilkan dari proses penyosohan kedua. Dedak dan katul mengandung nilai gizi yang tinggi, bahkan lebih tinggi dari bagian endospermnya (berasnya). Dedak dan katul mengandung karbohidrat utama (hemiselulosa,selulosa, pati dan beta – glucan) serta asam lemak (asam palmilat, oleat dan linoleat). Dalam dedak dan katul juga ditemukan antioksidan seperti oryzanol dan vitamin E. Kandungan vitamin pada dedak dan katul terutama adalah B kompleks. Sedangkan kandungan mineralnya antara lain zat besi, kalsium, magnesium, aluminium, mangan, seng dan fosfor. (more…)
Category: Teknologi pengolahan |
165 Comments »
Tags: